Masyarakat Kecil Menjerit Sampai Kapan? | wong Daile
Home » » Masyarakat Kecil Menjerit Sampai Kapan?

Masyarakat Kecil Menjerit Sampai Kapan?


Masyarakat Kecil Menjerit Sampai Kapan?

Opini Bangsa - Akhirnya pemerintah buka suara menanggapi keluhan dan jeritan pengusaha, pengusaha ritel dan masyarakat kecil yang saat ramadhan kemarin benar-benar sepi transaksi.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, kondisi yang dirasakan pengusaha ritel dan masyarakat kecil tersebut merupakan imbas pelemahan ekonomi selama tiga tahun terakhir (2014-2016) yang masih terasa hingga kini. Dampaknya menghantam daya beli masyarakat dan merembet ke industri ritel maupun industri lain.

Sri Mulyani menyatakan, realisasi 2006 sebesar 3,02 persen merupakan pencapaian paling rendah dalam satu dekade. Kondisi ini, menurut dia berawal dari kontraksi atau penurunan di sektor pertambangan, dan kemudian berpengaruh ke sektor lainnya.

"Namun pemerintah tidak berpangku tangan. Berbagai upaya akan kita kakukan untuk mengerek daya beli masyarakat dan menggeliatkan kembali industri di tanah air," tegas Sri Mulyani di kantornya pada pers, Senin (3/7/2017).

Fokus pemerintah, kata Sri Mulyani menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dengan program-program perlindungan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi 10 juta keluarga, sehingga 25 persen bahan 40 persen masyarakat terbawah tetap terjaga.

Jeritan Masyarakat Kecil

Sebagaimana diketahui, saat ramadhan kemarin penulis melakukan riset kecil-kecilan terhadap pedagang kecil dan warung rumahan.

"Bingung mas puasa ini, tidak ada sama sekali yang belanja," kata Bu Syamsiar.

Keluhan yang sama diungkapkan Pak Fuji yang memiliki warung kuliner sekelas cafe.

"Krisis mas, dengan merosotnya pembeli penjualan kami gal bisa nutup cost produksi," kata Pak Fuji.

Kondisi yang sama penulis rekam setiap ngobrol sama supir taksi. Mereka mengekuhkan susahnya nyari setoran.

Keluhan masyarakat kecil tersebut ternyata sama dengan keluhan pengusaha ritel. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N.Mandey, bisnis ritel lesu sejak dua tahun terakhir akibat pelemahan daya beli masyatakat. Pelaku industri meminta pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang dapat merangsang kembali minat belanja masyarakay dan menggeliatkan lagi usaha ritel modern.

Bagi masyarakat kecil, kondisi lesunya perekonomian Indonesia dampaknya seperti banjir yang sudah hampir sehidung orang dewasa. Dan kalau tidak kunjung teratasi bisa menenggelamkan seluruh badan. Dan kalau ini terjadi berarti kiamat kehidupan bagi masyarakat kecil. [opinibangsa.id / tsc]
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. wong Daile - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger