KPGI: Kabar Garuda Indonesia Terancam Bangkrut Hampir Tak Dapat Dibantah | wong Daile
Home » » KPGI: Kabar Garuda Indonesia Terancam Bangkrut Hampir Tak Dapat Dibantah

KPGI: Kabar Garuda Indonesia Terancam Bangkrut Hampir Tak Dapat Dibantah


KPGI: Kabar Garuda Indonesia Terancam Bangkrut Hampir Tak Dapat Dibantah

Opini Bangsa - Direksi PT Garuda Indonesia boleh membantah. Tetapi kabar yang mengatakan bahwa maskapai nasional itu akan bangkrut, di ambang kebangkrutan, terus merugi, atau bahkan bangkrut, tak dapat dibantah lagi.

Menurut Komite Penyelamatan Garuda Indonesia (KPGI), situasi buruk yang melilit Garuda dikarenakan kegagalan manajemen menerapkan prinsip yang bisa mendorong Garuda menjadi perusahaan yang sehat.

�Selain sering mengalami kerugian, Garuda Indonesia juga semakin dililit utang yang membengkak. Laba perusahaan, tidak mampu menutup atau setidaknya mengimbangi pembayaran utang� Dalam perjalanannya, tahun 2016, struktur manajemen makin tambun,� ujar Ketua KPGI Tuanku Herman JRM dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa malam (4/7).

Tuanku Herman mencontohkan, di tahun 2016, selama sembilan bulan, Garuda membukukan kerugian sebesar 43,6 juta dolar AS. Bahkan, pada 31 Desember 2016 pendapatannya berkurang jauh, hanya 8,1 juta dolar AS dibanding tahun 76,5 juta dolar AS di tahun 2015.

Sementara di tahun 2017, pada tiga bulan pertama, Garuda mencatat kerugian sekitar Rp 1,31 triliun.

Di sisi lain, pada tahun 2015, utang Garuda Indonesia mencapai Rp 32,5 triliun, diikuti utang di tahun 2016 sebesar Rp 36,6 triliun atau naik 12,6 persen. Adapun di tahun 2017 yang sedang berjalan, utang Garuda tercatat Rp 39,6 triliun atau naik 8,1 persen).

�Umumnya, jika kinerja keuangan sebuah korporasi selalu merugi, pihak bank pemberi pinjaman harusnya tidak memberi pinjaman, atau setidaknya menunda pinjaman, maupun menurunkan jumlah pinjaman. Tetapi, mengapa sindikasi bank selalu memuluskan dan berani menambah jumlah pinjaman dari sebelumnya? Apakah tidak dilakukan pengawasan oleh Direksi Garuda atau Kementerian BUMN?� tanya Tuanku Herman.

KPGI juga menyoroti pembelian pesawat baru yang terlihat terlalu dipaksakan. Misalnya, di tahun 2012, Garuda menandatangani pembelian 18 pesawat jenis CRJ 1000 NextGen dengan Bombardier Aerospace asal Kanada. Sementara di tahun 2015 Garuda berencana membeli Airbus A350 sebanyak 30 unit.

KPGI menilai pembelian CRJ 1000 NextGen tidak tepat, karena pesawat tersebut berbahan bakar tinggi, sementara digunakan untuk penerbangan dengan rute pendek. Walhasil, tidak efisien dan akan kalah bersaing dengan airlines lainnya.

Sementara pembelian Airbus A350 dirasakan tidak tepat karena rencana penggunaannya tidak feasible dengan marketnya.

�Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli, sudah pernah menyoroti rencana pembelian pesawat tersebut, karena menurutnya, Airbus A350 hanya cocok untuk rute Jakarta-Amerika dan Jakarta-Eropa saja. Demikian juga Menteri Perhubungan pada waktu itu, Ignasius Jonan juga sempat berteriak, karena menilai rencana tersebut tidak tepat,� kata Tuanku Herman lagi.

Hal lain yang disorot KPGI adalah pembukaan jalur penerbangan yang terkesan dipaksakan.

Sejak 30 Mei 2014 Garuda Indonesia kembalimengudara ke Eropa, dengan kota tujuan Amsterdam. Lalu terhubung ke rute internasional London Gatwick, mulai 8 September 2014. Hal ini seiring bergabungnya maskapai ini dalam aliansi global SkyTeam terhitung 5 Maret 2014.

Rute ini, demikian Tuanku Herman, tidak pernah penguntungkan secara signifikan. [opinibangsa.id / rmol]
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. wong Daile - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger