Refleksi Ramadhan 1438 H: Time To Transform For All Islamic Movement ! | wong Daile
Home » » Refleksi Ramadhan 1438 H: Time To Transform For All Islamic Movement !

Refleksi Ramadhan 1438 H: Time To Transform For All Islamic Movement !

GERAKAN RAKYAT - Di dalam magnum opus-nya yang berjudul �Leading the Revolution� yang sempat menjadi best seller book tahun 2000, Prof.Gary Hammel, pemikir bisnis terpenting dan terkemuka abad ini dari Universitas Harvard, menandaskan akan munculnya tiga gejala besar yang akan menjadi mainstream dalam manajemen bisnis dan proyek rekayasa sosial di abad 21, yakni: 1) masa depan interaksi dan kompetisi antarkomunitas akan didominasi oleh mereka yang �mengagungkan masa lalu� dan mereka yang bersemangat �mengagas masa depan�; 2) pertarungan antar �the leading creative minority� akan berkutat di sekitar mereka yang �mengutamakan pengalaman� dan mereka yang �menekankan pentingnya hirarki imajinasi�; dan 3) pergulatan ketat akan terjadi manakala mereka yang melihat bahwa �semua realitas objektif yang terbentuk di sekitar kita terjalin dalam suasana cool in calm� dan mereka yang melihat bahwa �semua realitas objektif dan subjektif yang terjadi di sekitar kita terbentuk oleh dinamika proses yang penuh gejolak dan dalam suasana yang surut dengan perubahan yang amat cepat� berbenturan di lapangan!

What about us, telah in touch-kah kita dengan premis major di atas? Atau, akankah kita berpendapat bahwa prognosis itu terlampau berlebihan, bahkan �absurd� dan �naif�? Atau, (jangan-jangan) alih-alih �pro� dan �kontra� dengan pendapat di atas, kita bahkan belum lagi menjangkaunya? Paling ekstrem, mungkin kita akan bersikap: �apa urusannya dengan kita? (emang gue pikirin!)�

Sesungguhnya, terlepas dari varian-varian �gugahan� di atas, harus diakui bahwa �strategic environments� kita saat ini sangat kentara mengarah kepada apa yang telah dengan jeli ditilik oleh Gary Hammel, bahwa pada saat yang sama ---para da�i, murraby, dan muharrik serta mujahidin--- memang masih tertinggal dari �parameter minimal� yang harus dimiliki oleh setiap �trend setter� peradaban, kebudayaan, dan moralitas sosial dalam men-transformasi-kan kehidupan, dari kehidupan yang �profan� dan �duniawi� kepada kehidupan yang �sakral� dan �ukhrowi�, itu soal lain!

Masalahnya kini, sadarkah kita bahwa zeitgeist dan �kerangka situasi� da�wah yang kita hadapi dewasa ini jauh lebih pelik dan kompleks tinimbang masa lampau, dimana kita kerap kali bersikap �mendua�, bahkan �inkonsisten� menyikapinya; yang semestinya kita mengeksplorasi secara cerdas, kritis, dan mencerahkan terhadap sumber rujukan dan �ilham masa lalu� agar kita dapat menginjeksi dengan serum segar elan-mujahadah kita sebagai ikhtiar mereduksi atas sikap �eskapis� [terhadap tantangan masa kini] dan �romantis�!

Tidakkah kita sadari, bahwa para stratig-ideolog, intelektual-mujahid, dan para teoritisi perubahan sosial �kelas dunia�, apapun afiliasi budaya, orientasi politik dan _platform_ ideologi mereka ---mulai dari Karl Heinricht Marx dan Vladimir Ulyanov Lenin hingga Mao Ze Dong dan DN Aidit serta Tan Malaka, dari Ernst Renan, Otto Bauer dan Karl Haushofer hingga Soekarno, Castro, Kemal At Taturk, Nasser dan Nehru serta Sun Yat Sen, dari Minh dan Kim Il Sung hingga Ernesto Che Guevara, dari Romo Paul Guitierez dan Paolo Freire, Jamaludin Astarabadi, Muhammad Abduh, Allamah Rasyid Ridha, Hasan Al Bana hingga Sayyid Quthb, dari Rumi dan Iqbal hingga Syariati, dari Maodoody hingga Sekarmadji, dari Sardar, Arkoun, Hasan Hanafi, dan Toffler hingga Gramscy dan Chomsky--- menyadari betul arti penting konsep �self consciousness, free will/predestination, and creativity" sebagai inti ibtida� paripurna dalam merentang mega proyek yang bertajuk �transformasi tamaddun�!

Laa haula wa laa quwwata illaa billaah...



[Mohandes Haraky Budi Santoso]
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. wong Daile - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger