Kasihan! Begini Jeritan Pengusaha Kecil dan Rakyat Atas Naiknya Tarif Listrik | wong Daile
Home » » Kasihan! Begini Jeritan Pengusaha Kecil dan Rakyat Atas Naiknya Tarif Listrik

Kasihan! Begini Jeritan Pengusaha Kecil dan Rakyat Atas Naiknya Tarif Listrik

Umatuna.com - Rakyat langsung merasakan dampak dari kebijakan pemerintah untuk mecabut subsidi listrik pelanggan 900 VA.

Tagihan listrik rakyat langsung melonjak naik hingga dua kali lipat dari biasanya. Hal tersebut membuat beban hidup masyrakat dan juga pengusaha kecil makin meningkat.

Mega Suci Ermaputri, pemilik rental playstation di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Lubukbuaya, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumbar me njelaskan bagiamana kini ia merasa kesulitan untuk menutupi biaya untuk usaha sewa playsationnya.

Baca Juga: Ilmuwan di Eropa Kembangkan Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Udara

�Ya, kami cukup kecewa dengan pemerintah yang tega mencabut subsidi listrik. Tentunya, dengan dikurangi subsidi listrik ini, otomatis biaya yang kami keluarkan untuk membayar listrik menjadi membengkak. Tempat rental playstation saya ini menggunakan listrik yang 900 VA. Sebelum kenaikan, token listrik yang Rp 50.000 tahan hingga 6 sampai 7 hari. Sekarang setelah subsidi dikurangi, token Rp 50.000 itu hanya tahan 3 hari. Berarti Rp 100.000 selama satu mingggu. Pemakaian sebesar itu hanya untuk menghidupi lima unit perangkat Playstation,� terang wanita berusia 26 tahun tersebut, Minggu (11/6/2017), dikutip dari jpnn.com.

Ia mengaku pasrah dengan hal tersebut, pasalnya dirinya juga takut kehilangan pelanggan jika menaikan harga sewa.

�Kalau biaya rental PS ini, kami naikkan rasanya tidak bisa. Karena banyak tempat rental yang lain tidak berani menaikkan. Kami takut para konsumen kami kabur,� ujarnya.

Andriyani, pemilik rental komputer yang beralamat di dekat SMAN 8, Kelurahan Batipuh, Kecamatan Kototangah juga menyatakan hal senada. Dirinya merasa bahwa beban biaya listrik semakin meningkat yang membuat dirinya terpaksa menghemat.

�Biasanya token listrik yang isi Rp 100.000 bisa tahan 20 hari. Setelah subsidi dikurangi, token Rp 100.000 itu hanya tahan 10 hari. Akhirnya, kami terpaksa melakukan penghematan dengan menggunakan listrik seperlunya saja,� ucap perempuan berusia 36 tahun tersebut.

Cerita yang serupa juga diungkapkan oleh Muhamad Farul, pemilik tempat fotokopi yang berada di depan SMPN 34 Padang. Pria berusia 36 tahun tersebut mengaku menerima saja keputusan pemerintah tersebut, meski mengakui tak berani menaikan harga kepada pelanggannya.

�Saya mau bagaimana lagi. Kebijakan tersebut pemerintah yang memutuskan. Saya hanya menerima saja. Saya terpaksa tidak menaikkan harga fotokopi, nanti konsumen kabur. Saya berharap, pemerintah mempertimbangkan kembali pengurangan subsidi listrik ini,� ujarnya.

Sejumlah pelanggan rumah tangga juga mengeluhkan hal yang sama terhadi kenaikan tarif listrik tersebut.

�Seingat saya, semenjak awal tahun ini, sudah dua kali listrik mengalami kenaikan. Kalau tahun lalu, saya membayar listrik hanya Rp 150.000 sebulan. Sekarang ini, setelah mengalami kenaikan, saya harus membayar Rp 300.000 sebulan. Kenaikannya hingga seratus persen,� ujar Azwirman, warga RT 02/ RW 13, Kelurahan Batipuhpanjang, Kecamatan Koto Tangah. Sumber: Suratkabar.id
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. wong Daile - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger