Tidak Terbukti Bersalah 10 Aktivis LUIS Kasus Social Kitchen Divonis Bebas | wong Daile
Home » » Tidak Terbukti Bersalah 10 Aktivis LUIS Kasus Social Kitchen Divonis Bebas

Tidak Terbukti Bersalah 10 Aktivis LUIS Kasus Social Kitchen Divonis Bebas



Semarang, MMC Indonesia  �Bulan Ramadhan, menjadi bulan penuh berkah bagi Ranu Muda Adi Nugroho, wartawan Panjimas.com. Sempat mendekam di penjara selama lima bulan lebih, akibat dituduh terlibat dalam aksi nahi munkar kemaksiatan di Social Kitchen, Ranu kini bisa menghirup udara bebas.

Ranu dan para tokoh pimpinan Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), ditangkap pada akhir Desember 2016 lalu dan hari ini menjalani proses persidangan terakhirnya di Pengadilan Negeri Semarang, Jalan Siliwangi 512, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (31/5/2017).

Kuasa hukum Ranu sebelumnya pernah beberapa kali menempuh proses penangguhan penahanan, dengan jaminan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, namun berkali-kali pula ditolak aparat kepolisian.

Jaksa Umar Dhani dalam dakwaannya di persidangan menjerat para tokoh LUIS; Edi Lukito, Joko Sutarto, Endro Sudarsono, Yusuf Suparno, Suparwoto, Mujiono Laksito,Mulyadi dan wartawan Ranu Muda Adi Nugroho dengan sejumlah pasal berlapis. Kedelapan orang tersebut didakwa Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan, Pasal 169 KUHP tentang permufakatan jahat, Pasal 406 tentang pengrusakan, serta Pasal 167 tentang masuk ke rumah tanpa izin.

Kemudian, dalam persidangan berikutnya dalam tuntutan yang dibacakan bergantian oleh Jaksa Penuntut (JPU) Umum Slamet Margono, Umar Dani dan Saptandi dalam sidang, menuntut Ranu dan para tokoh pimpinan LUIS dengan hukuman enam bulan penjara.

Namun, PN Semarang menjadi saksi, di mana menurut Pudji Widodo, Selaku Ketua Majelis Hakim menyatakan tidak ada unsur yang bisa membuktikan lima pasal dakwaan JPU.

BACA JUGA  Potret Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah
�Pasal yang menjerat ke delapan terdakwa secara sah tidak terbukti, karena unsur yang terkait termasuk saksi-saksi yang dihadirkan Social Kitchen tidak melihat terdakwa melakukan perbuatan tersebut,� ujarnya.

Usai mendengar putusan hakim, Ranu bersama para tokoh LUIS kemudian melakukan sujud syukur. Mereka bergembira karena divonis bebas murni dan bisa pulang ke rumah hari ini juga, untuk bertemu keluarga mereka.


Sebanyak 10 aktivis LUIS dituduh dan ditangkap kasus perusakan Restoran Social Kitchen Solo divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Semarang dalam sidang yang digelar di Semarang, Rabu (31/5/2017).

Kesepuluh terdakwa yang diadili dalam sudah sidang terpisah tersebut dinyatakan tidak terbukti bersalah dalam kasus tersebut.

Para terdakwa yang diputus bebas itu masing-masing Ketua Laskar Umat Islam Semarang (LUIS) Edi Lukito, Sekretaris LUIS Yusuf Suparno, juru bicara LUIS Endro Sudarsono, Joko Sutarto, Suparwoto, Mulyadi, Ranu Muda Adi Nugroho, Mujiono Laksito, Sri Asmoro Eko Nugroho, serta Kombang Saputro.

Para terdakwa itu sebelumnya dituntut dengan hukuman 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum.

Hakim Ketua Pudji Widodo dalam pertimbangannya menyatakan tidak terdapat bukti kuat yang dapat menjerat para terdakwa.

Para terdakwa dijerat dengan Pasal 169 KUHP tentang turut serta dalam perkumpulan yang bertujuan melakukan kejahatan atau turut serta dalam perkumpulan yang dilarang oleh aturan-aturan umum dan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan.

Hakim menilai para terdakwa sebagai anggota organisasi kemasyarakatan LUIS tidak terbukti pelanggar Pasal 169 KUHP.

"LUIS bukan merupakan organisasi terlarang," katanya.

Selain itu, kata dia, dalam setiap kegiatannya LUIS selalu berkoordinasi dengan kepolisian.

Saat kejadian di Social Kitchen, lanjut dia, para terdakwa datang untuk menyerahkan surat peringatan atas dugaan pelanggaran operasional restoran tersebut.

Namun pada saat yang bersamaan terdapat sekelompok orang berpakaian hitam-hitam yang diduga melakukan perusakan.

Padahal, lanjut hakim, para terdakwa menggunakan pakaian serba putih yang menunjukkan perbedaan dibanding sejumlah orang berpakaian hitam-hitam tersebut.

Atas fakta tersebut, hakim menilai para terdakwa tidak terbukti melanggar Pasal 170 KUHP.

Tehadap putusan itu, hakim memerintahkan agar para terdakwa segera dibebaskan.

"Sore ini akan langsung dibebaskan sambil menunggu administrasinya," katanya.

Adapun penasihat hukum para terdakwa Badrus Zaman mengatakan sudah semestinya 10 terdakwa dibebaskan karena bukti tidak kuat.

"Saat kejadian, sudah ada kelompok lain yang datang ke lokasi sebelum para terdakwa," katanya.[bisnis/kiblat/mmc]
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. wong Daile - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger