wong Daile | Your Blog Description
Latest Post

Masya Allah, penjara menempa Angelina Sondakh hapalkan 15 Juz Al Quran



Ujian adalah tanda sayang Allah kepada kita. Allah ingin menaikkan derajat kita di mataNya.

Angelina sondakh sekarang masih berada di penjara. Tempat terhina di muka bumi ini. Tapi ternyata itu bukan tempat hukuman baginya. Allah menyelamatkan dia dari godaan dunia yang fana.

Hari ini kak di penjara, Angelina sondakh sudah hafal 15 juz Alquran. Bahkan menjadi guru ngaji disana.

Sedangkan kita sudah hafal berapa juz kak?

Diri ini suka ngecap oranglain buruk. Padahal berkacalah, adakah diantara kita yg yakin tak punya dosa sampai detik ini?

Allah menghinakan Angelina Sondakh sehina hinanya, dan Allah pula yang mengangkat derajatnya.

Jangan sombong atas amal amal sholeh kita hari ini. Merasa diri lebih baik dari oranglain. Padahal Allah sedang menutup aib aib kita. Dan sampai detik ini kita gag sadar amal habis karena perbuatan kita sendiri.

Taubatlah kak. Taubat... Selagi Allah masih memberikan detak di jantung kita.

Apa yg kamu cari di dunia ini? Uang tidak bisa membeli ketenangan. Cari Allah maka hatimu akan tenang. Jadilah pasukan amal amal sholeh. Deket sama orang-orang sholeh. Jadilah wasilah kebaikan.

Taukah kamu ada bisnis yang tak pernah merugi yaitu ketika kita berbisnis dengan Allah :).

�Hai orang-orang yang beriman, sukakah kalian Aku tunjukkan suatu perniagaan (BISNIS) yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.� (QS. Ash Shoff: 10-11).

Yukkk daftarkan diri kita menjadi employee of Allah. Dakwah terus sampai Allah mengatakan saatnya kita pulang :)

Jangan pernah bosan jadi orang baik.

By Tri widayanti
Founder Komunitas Emakpreuneur Indonesia
One family, One business

[vic]

Gubernur DKI Mengingatkan Warga untuk Selalu Memakmurkan Masjid



Gubernur DKI Anies Baswedan mengajak masyarakat Jakarta dapat memanfaatkan masjid sebagai sarana belajar ilmu agama. Disamping itu rumah ibadah juga dapat menjadi pusat kegiatan di perkampungan.

Saat mengunjungi Masjid Al Mansur, Anies menyebut salah satu tanggung jawab masyarakat ialah memakmurkan masjid. Bukan hanya melihat bangunannya saja, namun juga menjadi pusat kegiatan masyarakat setempat.

�Kembalikan (bawa) anak kita saat Magrib dan Isya ke masjid. Ajak kegiatan warga, kampung juga berada di masjid. Ini bagian ikhtiar kita semua untuk menjadikan tempat-tempat yang bisa bermanfaat bagi kegiatan masyarakat lebih produktif,� kata Anies di Masjid Al Mansur, Jembatan Lima, Jakarta Barat, Minggu (22/10/2017).

Selama ini ia menilai sering kali terlihat pihak yang ingin mendirikan bangunan baru. Padahal banyak ruang yang dapat digunakan masyarakat untuk melaksanakan berbagai kegiatan. Seperti salah satu contohnya ialah masjid.

Dalam kesempatan itu, Anies juga memohon dukungan masyarakat Jakarta selama kepemimpinannya hingga lima tahun ke depan. Pasalnya selama hampir tujuh hari memimpin Ibu Kota, banyak dirasakan tantangan untuk menjadikan kota ini menjadi lebih baik lagi.

�Karena itu saya memohon kepada bapak ibu di sini mohon doakan, agar kami berdua bisa menjalankan amanat ini sebaik-baiknya. Agar bisa dituntaskan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,� imbuhnya. 

[snc]

Wartawan Senior Sebut Sosok LBP Seperti "Pemakan Bumi", Seakan Negara Ini Miliknya



Dua wartawan senior, dua-duanya perempuan, menuliskan tentang sosok Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) yang kini menjabat Menteri Koordinator Kemaritiman di pemerintahan Presiden Jokowi.

Wartawan senior pertama, Agi Betha menulis tentang sosok LBP di fbnya tadi malam dengan judul "PEMAKAN BUMI":

PEMAKAN BUMI

Melihatmu ngomong di tivi. Bicarakan reklamasi. Seakan tiap jengkal tanah negara ini milikmu sendiri. Dengan mulut miring ke kanan ke kiri, kau mengatur ini itu, seolah semua bualanmu mesti dipercayai. Perkataanmu harus dituruti.

Merenungi caramu. Rakyat sungguh tak mengerti. Mengapa orang-orang lain bodoh dan engkau pintar sendiri. Semua masalah diurusi. Seolah dirimu telah dipilih oleh rakyat, lalu diberi mandat benahi negeri.

Caramu itu membuatku ingat pada sebuah syair Kahlil Gibran tentang seseorang yang memakan Bumi.

Makhluk itu tak pernah kenyang.

Bahkan setelah ia tak bisa berhenti melahap bumi, ia masih takut esoknya mati kelaparan.

#PLUTOKRAT
#KahlilGibran

Dalam pengembaraan aku pernah melihat sebuah pulau yang dihuni oleh seorang manusia seperti monster berkaki besi, yang makan bumi dan minum lautan tak putus-putusnya.

Lama sekali aku memandanginya. Kemudian aku mendekatinya dan berkata, "Tidak pernahkah engkau merasa cukup, apakah laparmu tidak pernah terpuaskan dan hausmu tidak pernah terpadamkan?"

Ia menjawab, "Ya, aku telah terpuaskan. Aku juga letih makan dan minum, tapi aku takut bila esok tak ada lagi bumi yang dapat kumakan dan lautan yang dapat kuminum."

(Agi Betha)



Tulisan Agi Betha ini kemudian juga ditanggapi oleh wartawan senior yang lain, Nanik Sudaryati di fbnya sbb:

Saya pernah berhadapan atau melihat wajah ini secara langsung di pemerintahan SBY, saya melihat bagaimana dia menyebut ini-itu perusahaannya supaya bisa dibeli Pertamina ke seorang Menteri. Dia juga pengin mengambil perusahaan asing di daerahnya.

Waktu itu, dia belum siapa-siapa masih seorang pensiun menteri di zaman Gur Dur dan seorang pengusaha yang bisnisnya meredup karena harga batu bara jatuh.

Jadi saya bisa bayangkan sekarang saat dia menjadi innercycle penguasa, maka ia layaknya penguasa! Semua maunya harus terwujud. Dan cita-citanya dulu yang bisa sebatas disampaikan ke pejabat, sekarang langsung bisa di eksekusi.

Suatu saat diwawancara media (sebelum jadi kawannya Penguasa) dia memang pernah bilang, cita-citanya pengin jadi King Maker, dan sekarang sudah kesampaian dan sepertinya ingin terus, dan mungkin terus sambil memohon diberi usia 1000 tahun.

(Nanik Sudaryati)

"Akan ada masanya dia di makan bumi hanya menyisakan tulang ekornya saja." (Abee Lateep)

[pii]

Cak Nun: Saya Kok Cemas Melihat Reklamasi, Meikarta dan Kontrak-kontrak Sejenis Itu



Saya kok cemas melihat Reklamasi, Meikarta, serta banyak program dan kontrak-kontrak yang sejenis itu. Apa kita yakin hari esok pasti bisa kita rancang, laksanakan, dan kendalikan.

Tentu saja kecemasan saya ini tidak rasional. Karena yang saya cemaskan itu adalah bagian dari kecemerlangan prestasi Pemerintahan yang menurut lembaga- lembaga survei memuaskan 67% rakyat. Bahkan banyak yang meyakini Indonesia kali ini adalah yang terbaik dibanding sejumlah Indonesia sebelumnya.

Namun demikian, secara pribadi saya tetap siap payung sebelum hujan. Andaikan kita punya Imperium Raksasa menguasai lima benua � apa seluruh kemungkinan bisa diidentifikasi, disimulasi dan di-handle. Apa setiap pagi tiba, pasti tidak ada yang kita tidak duga. Apa kehidupan, ruang dan waktu ini bisa kita pastikan selalu dalam kontrol kekuasaan kita. Apa semua hal dalam perjalanan sejarah bisa benar-benar kita ketahui dan kuasai. Apakah Indonesia, manusia, kehidupan dan nasib, begitu remehnya di telapak tangan raksasa dan naga, meskipun kita yang menjadi kuku dan cakarnya.

Ini bukan soal pribumi. Arti pribumi tidak terletak pada kata-katanya, melainkan pada ketepatan peletakannya berdasar konteks dan nuansanya.

Pribumi itu bukan siapa kita, apa warna kulit kita, apa Agama kita. Pribumi itu bukan personalitas, bukan pula identitas. Pribumi itu komitmen kepada rakyat, karena kita sendiri adalah rakyat, bukan yang berkuasa atas rakyat.

Pribumi itu bukan apa jabatan atau profesi kita, di mana alamat kita. Kalau kita memijakkan sepatu di atas kepala rakyat, kalau kita mengambil untung sendiri tidak dalam kebersamaan dengan keuntungan semua rakyat, berarti kita bukan rakyat. Karena bukan rakyat, maka kita adalah penghisap, penindas, pelintah.

Kalau kita �menang ngasorake�, �sukses dengan menyusahkan� atau �beruntung dengan merugikan�, maka kita bukan rakyat. Pribumi itu kesetiaan kepada rakyat.

Pribumi itu bukan mulut kita mengucapkan Pancasila atau Bhinneka Tunggal Ika. Melainkan kita tidak melakukan apapun yang membuat hati rakyat kecil diam- diam tidak ikhlas, ngersulo dan memendam sekam sejarah.

Menjadi pribumi itu menyatu dengan rakyat kecil dan saling mencintai dalam kesatuan kita dengan mereka. 1- Mencintai. 2- Rakyat. 3- Kecil.

Cinta itu kondisi batin, mencintai itu tindakan, perjuangan, keteguhan dan kesetiaan. Rakyat itu ra�iyah. Ra�iyat. Kepemimpinan. Pemegang kedaulatan sejati. Kecil itu lemah, karena sudah melimpahkan kekuasaannya, sudah mewakilkan kedaulatannya, sehingga tak lagi berkaki dan bertangan. Kita mengabdi kepada yang kecil, kecuali kita bukan manusia.

Saya kok cemas melihat Reklamasi, Meikarta, serta banyak program dan kontrak-kontrak yang sejenis itu. Apa kita yakin pasti hari esok bisa kita rancang, laksanakan dan kendalikan. Saya khawatir nanti ada suara teriakan keras �shoihatan wahidatan� yang �min haitsu la yahtasib�. Untung saya tinggal di luar itu semua.

Yogya, 23 Oktober 2017

Oleh Emha Ainun Nadjib 

Gerindra: Tidak Ada Kegentingan Perppu Ormas Harus Diterima



Ketua Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Organisasi Massa (Perppu Ormas) Nomor 2 Tahun 2017. Dia menilai Perppu tersebut harus direvisi terlebih dahulu.

"Kita lihat bahwa urgensi Perppu ini tidak relevan, tidak ada kegentingan yang memenuhi syarat Perppu ini diterima. Kalau mau direvisi dulu," kata Muzani di Jakarta Selatan, Minggu, 22 Oktober 2017.

Jumat 20 Oktober lalu, Komisi II DPR menunda pengambilan keputusan Perppu Ormas ini. Hal ini lantaran Gerindra, PAN, dan PKS ingin agar Perppu tersebut direvisi terlebih dahulu.

"Jadi jangan terima lalu baru revisi, seperti UU Perlindungan Anak, katanya mau direvisi tapi sampai sekarang masih jadi PR (pekerjaan rumah)," terang dia.

Rapat Perppu Ormas di Komisi II kembali dilanjutkan Senin, 23 Oktober 2017. Pada rapat sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Menkominfo Rudiantara hadir.

Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali mengatakan sudah ada lobi agar pengambilan keputusan tingkat I bisa musyawarah mufakat.

"Sehingga pelaporan ke paripurna tidak akan terganggu. Kami dari meja pimpinan tetap ingin menanyakan kepada pemerintah terhadap sikap fraksi untuk penundaan raker pada Senin depan," ujar Politikus Partai Golkar.

sumber: liputan6

Open Chat
1
_
Hello! Thanks for visiting my site. Please press Start button to Contact with Admin :)

Start

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. wong Daile - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger