wong Daile | Your Blog Description
Latest Post

FIGUR CALON WALIKOTA TEGAL Kang Nursholeh jadi Panutan

DIBAYAR KONTAN! Pasca Wiranto Larang Dakwah HTI, Partai Hanura Kini Diambang Kehancuran

Berita - Menkopolhukam Wiranto adalah menteri yang sangat getol menyudutkan dakwah HTI pasca dikeluarkan Perppu Ormas. Wiranto seperti tidak sadar bahwa anaknya (alm) Zainal Nur Rizki meninggal pada saat berdakwah di luar negeri.


Sikap Wiranto tersebut sangat disayangkan berbagai pihak.

Kini, seperti dibayar lunas, dimana partai Hanura yang dikenal sebagai kendaraan politik Wiranto diambang kehancuran. Beredar video yang merekam Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang bersama petinggi partai Hanura lainnya pesta dengan para bule dipinggiran pantai. Mereka tampak asyik berjoget bersama.

Adalah salah satu akun netizen yang mengupload videonya yang langsung dikomentari oleh para netizen.

�Ini Revolusi Mental oleh Ketua DPD, Oesman, Darmayanti Lubis sekaligus ketua umum partai HANURA yg dibina oleh @wiranto1947. Tarik mang�,� kicau akun @TerorisSocmed (27/7), sembari melampirkan video terkait.

Berikut Videonya :


Video tersebut mengundang kritik dari kalangan warganet.

�Oh, Itukan Bpk OSO Ya, Yg Ke RWS, S�pore. Dimana Tuh??? Disekeliling nya Buleleng! �Kamu Ketahuan� Pak, Rakyat Lg Merintih n Tercekik Mahal,� komentar @cahaya_inti.

�Tarik mang�pantesan bos hanura getol banget bubarin HTI,� kicau akun @detektive88.

�Rakyat menuntut dibuatkan Perppu Pembubaran HANURA karena bertentangan dengan Pancasila..,� komentar akun @boeditri75.

Berpesta dengan warga asing disaat kondisi negara lagi terbelit hutang merupakan aksi yang tidak bisa ditolerir. Yang pasti, partai Hanura sedang diambang kehancuran disebabkan memiliki ketua umum yang hobinya pesta joget ria bersama dengan para bule. Video tersebut beredar bertepatan pasca Wiranto membubarkan HTI di Indonesia.

Diketahui, Oesman Sapta Odang saat ini bukan cuma menjabat sebagai Ketum Hanura, tapi juga menjabat ketua DPD RI.

Kocak, Aksi Perempuan Dukung Perppu Pembubaran Ormas Dan Tolak Radikalisme, TERNYATA BAYARAN


Berita - Puluhan perempuan mengadakan unjuk rasa mendukung Perppu pembubaran ormas dan menolak radikalisme di depan Gedung DPR, Kamis (27/7).

Nampak dari pengunjuk rasa ini pendukung Jokowi dan Ahok seperti Nong Darol Mahmada, Renny Fernandez, Jajang C Noer. Ada juga perempuan memakai seragam Banser.

Namun suaranasional mendapatkan pengakuan yang mengejutkan beberapa perempuan yang dikasih uang untuk ikut berunjuk rasa di depan DPR.


Perempuan sekitar berumur 50 tahun mengaku berasal Jakarta Utara diajak unjuk rasa dijanjikan uang Rp75 ribu.

�Saya sih ikut saja, ada uang dan makannya,� kata perempuan yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Hal sama diungkapkan perempuan asal Kampung Melayu, Jakarta Timur mengaku ikut unjuk rasa tolak radikalisme dan dukung Perppu pembubaran ormas karena ada uangnya.

�Kita hanya berangkat naik metromini, dikasih uang, makan. Saya ikut saja,� ungkap perempuan yang meminta tidak disebutkan namanya.

Perempuan berumur sekitar 45 tahun ini ikut demo karena diajak teman-temannya. �Ada ibu-ibu yang mengaja, saya ikut saja,� pungkasnya. 

Rosita, Siswi Yang Heboh Soal Tabungan Rp 42 Juta Meninggal Dunia

Berita - Rosita, siswi sebuah MTs Negeri di Kabupaten Malang yang sempat viral lantaran tabungannya beda versi soal nominal dengan pihak sekolahnya. Rosita ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya, pukul 05.00 WIB.

Jenazah korban ditemukan meninggal dunia oleh ibunya, Wijiyati dengan kondisi mulut mengeluarkan busa. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah sakit Saiful Anwar untuk menjalani pemeriksaan.


Kasatreskrim Polres Malang AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan, belum diketahui penyebab pasti kematian korban. Pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan sejumlah pihak.

"Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Kemungkinan ada tekanan. Sebelumnya juga pernah masuk rumah sakit, karena sakit lambung," kata Azi, Jumat (28/7).

Korban ditemukan meninggal dunia, Jumat (27/7) di dalam kamar rumah Desa Ngingetin, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Kematian korban dilaporkan ke Polsek setempat sekitar pukul 06.00 WIB.

Rosita dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani visum. Pihak kepolisian sendiri belum bisa meminta keterangan dari orangtua korban.

"Nanti kita minta keterangan dari keluarga. Karena orangtuanya masih shock belum bisa memberikan keterangan," katanya.

Rosita sendiri sebelumnya sempat mengalami depresi akibat uang tabungannya tidak diakui tempat sekolahnya. Pihak sekolah sesuai catatan, hanya sebesar Rp 135 ribu saja. Sedangkan ibu Rosita mengklaim tabungannya Rp 42,7 juta.

Setelah Ahok Dipenjara, Djarot Malah ''Gali Kuburan'' Buat Ahok

Berita - Kasus Sumber Waras kembali mencuat. Pernyataan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat, yang akan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 191 miliar dalam kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras (RSSW), menuai polemik baru.

Orang nomor satu di Ibu Kota itu dinilai tengah �menggali kubur� untuk mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Alasannya karena dengan mengembalikan kerugian Negara tersebut, dapat diartikan Djarot mengakui ada penyimpangan yang dilakukan pendahulunya, saat membeli lahan seluas 36.441 meter persegi tersebut.

�Pernyataan Djarot yang akan membayar kerugian pembelian lahan Sumber Waras bisa membuka terang kasus ini,� ujar Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) ?Sugiyanto di Jakarta, Senin (24/7/2017), dilansir Teropong Senayan.


Sugiyanto mengatakan, Djarot telah berani membangkang terhadap Ahok. Karena selama ini, Ahok dalam berbagai kesempatan menegaskan tidak merasa bersalah dalam pembelian lahan RSSW, dan yang bersangkutan juga enggan mengakui hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta menolak mengembalikan kerugian negara.

�Sejujurnya saya tidak menyangka ternyata Djarot berani membangkang pada Ahok,� kata SGY, sapaan akrab Sugiyanto.

Kendati begitu, SGY menilai pernyataan Djarot sesungguhnya benar adanya. Karena menurut laporan BPK ada indikasi kerugian Rp 191 miliar dan diperkuat audit investigasi yang terbukti ada kerugian sebesar Rp 173 miliar dalam pembelian lahan RSSW.

Hanya saja, kata dia, pernyataan Djarot tidak boleh berhenti pada pengembalian kerugian saja, namun harus berlanjut pada penyelidikan tindakan korupsinya mengingat telah terjadi kerugian negara yang jumlahnya tidak sedikit. ?

Penyelidikan tersebut wajib dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berdasar Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 pasal 2 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dalam pasal tersebut disebutkan, setiap orang yang melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun.

Dan pada pasal 4 UU tersebut ditegaskan bahwa pengembian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapus dipidananya pelaku tindak pidana sebagaimana dimakaud pada pasal 2 dan pasal 3.

�Jadi, dugaan tindak pidana korupsi itu akan menjadi nyata, dan besar kemungkinan Ahok diproses lanjut karena kasusnya dapat diusut kembali. Ini bukan kerugian kecil, ini ratusan miliar kerugiannya. Di sini bukan masalah mengembalikan atau tidak, tapi harus diungkap dugaan tindak pidana korupsi yang telah merugikan keuangan negara, dimana saat itu Ahok menjabat Plt Gubernur dan mendisposisikan langsung pembelian lahan RSSW,� bebernya.
?
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras. Mekanisme pembiayaan untuk pembangunan rumah sakit khusus kanker itu sudah disiapkan.
?
�Sudah ada mekanisme penganggarannya dan diusulkan melalui perjanjian PKBU bersama badan usaha milik pemerintah dan tanpa didanai APBD. Itu sudah kita rapatkan dua kali. Semuanya sudah disusun, tinggal desainnya seperti apa,� kata Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota, Jakarta, Jumat (21/7/2017).?
?
Sebelumnya, BPK RI mengizinkan DKI Jakarta melanjutkan pembangunan di lahan tersebut.

?Hanya saja Pemprov DKI tetap harus mengganti rugi kepada negara terkait pembelian lahan. Terkait hal ini, Djarot sudah setuju untuk membayar ganti rugi. ?

�Kami akan kirim surat kepada yayasan (Sumber Waras). Itu juga untuk memberikan jawaban, klarifikasi. Kalau betul merugikan negara ya harus dikembalikan prinsipnya,� tandasnya.?
Open Chat
1
_
Hello! Thanks for visiting my site. Please press Start button to Contact with Admin :)

Start

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. wong Daile - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger