.

Kisah Nyata Tetangga Saya yang Bahagia Karena Membahagiakan Orang Tua



Sebelumnya saya ucapkan "SELAMAT HARI RAYAIDUL FITRI 1432H" semoga kita menjadi hamba Allah yang Sholeh dan Di Ridhoinya. Melalui article ini saya mau berbagi sebuah hikmah dari peristiwa yang telah saya dapat didalam bulan ramadhan tahun 2011 ini. Kejadiannya sebelum Ramadhan hingga pertengahan bulan Ramadhan hari ke 14 ini.

Tetangga saya yang rumahnya di kampung belakang rumah saya menderita kencing manies/diabetes sekujur tangan kirinya mulai dari pinggul sampai telapak tangan melepuh dan dokterpun mengklaim bahwa tangan kirinya harus di amputasi atau resiko kematian menghampirinya, Tetangga saya ini pun sudah merelakan dirinya diapa-apakan dia menerima, namun anak laki-lakinya yang berinisial "ULH" dengan lantang melarang dokter mengamputasi tangan bapaknya, dia yakin Allah akan memberikan kesembuhan kepada Bapaknya itu, lalu "ULH" membawa bapaknya pulang kerumah dan merawat luka melepuh yang sangat-sangat menyakitkan itu, dengan telaten "ULH" membersihkan tangan bapaknya dan memandikannya setiap hari dan berdo'a bersujud dengan bersungguh-sungguh meminta kepada Allah untuk menunjukkan Mukjizatnya dan memberikan kesembuhan kepada bapaknya.

Sampai suatu hari "ULH" bertemu dengan penjual nasi goreng keliling, dan bercerita tentang bapaknya, setelah itu penjual nasi goreng itu menjenguk kerumahnya dan memotret seluruh lengan kiri bapaknya kemudian mengajak "ULH" ke Jombang, tengah malam sekitar jam 2 "ULH" bersama Penjual nasi goreng pergi ke Jombang menemui seorang Ustadz/Kiai dan meminta do'a kepadanya agar Allah memberikan kesembuhan untuk ayahnya. Singkat cerita dengan kegigihannya "ULH" yang memohon do'a terus menerus ke Allah tanpa diduga, luka di tangan bapaknya mengering semua, entah keajaiban apa yang Allah turunkan sehingga sakit kencing manis/diabets yang dialami bapak "ULH" sembuh total 100% sekarang pun sudah bisa mengemudikan mobil sampai ke malang, sungguh hebat perjuangan "ULH" sampai mengorbankan waktu, biaya, dan tenaganya untuk Orang Tuanya.

Diwaktu yang bersamaan dengan yang dialami keluarga "ULH" tetangga depan rumah saya keluarga "FSL" dengan penyakit kencing manis/diabets yang menggerogoti kakinya kini telah diamputasi karena sampai ke lutut padahal tetangga-tetangga sebelumnya sudah memberikan petunjuk untuk mengikuti jejak/perjuangan yang dilakukan "ULH" tetapi anak-anaknya tidak memperdulikan bapaknya malah sibuk dengan urusan dunia masing-masing ada yang lembur, ada yang kejar deadline dll akhirnya bapak dari "FSL" sekarang tidak mampu lagi berjalan tidak seperti bapak "ULH" yang sekarang sembuh total sampai bisa menyetir mobil keluar kota. Itulah Bedanya Anak yang Berbakti dengan Anak yang cuek sama Orang Tua.

Sebagai Informasi sekarang "ULH" mendapat jodoh orang kaya raya, bahkan Orang Tua "ULH" setiap hari mendapat kiriman sembako (Gula,Minyak,Beras,dll dari besannya) saya penulis article pun sering kebagian sembakonya. dan sekarang hidup "ULH" makmur semua dia miliki Istri Cantik, Kaya, Rumah kontrakan, dan Mertua yang sangat sayang kepada keluarga "ULH"

Ini Kisah Nyata yang benar-benar terjadi di lingkungan saya, dari sini dapat kita ambil hikmah bahwa orang tua adalah segalanya, Bahagiakanlah Orang Tua Maka Kita Akan Bahagia karena "RIDHO ALLAH TERLETAK PADA RIDHO ORANG TUA"

إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث : صدقة جارية ، أو علم ينتفع به ، أو ولد صالح يدعو له

“Apabila mati anak Adam, maka telah terputuslah amalannya melainkan 3 perkara ; Sedekah Jariah, Ilmu yang bermanfaat, dan Anak soleh yang mendo’akan orang tuanya” [Hadith diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud, Tirmudzi, al-Nasaa'i, dan al-Bukhari].
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar